Kawasan wisata Goa Kreo terletak di Dukuh Talun Kacang, Desa
Kandri, Kecamatan Gunungpati, Semarang. Tempat wisata ini merupakan sebuah goa
yang dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk
membangun Mesjid Agung Demak . Menurut legenda Sunan Kalijaga bertemu dengan
sekawanan kera yang kemudian disuruh menjaga kayu jati tersebut. Kata “Kreo”
berasal dari kata Mangreho yang berarti peliharalah atau jagalah. Kata inilah
yang kemudian menjadikan goa ini disebut Goa Kreo dan sejak itu kawanan kera
yang menghuni kawasan ini dianggap sebagai penunggu.
Untuk mencapai bibir goa pengunjung diwajibkan jalan kaki
melewati anak tangga yang sangat banyak dan sedikit curam serta melewati
jembatan yang dibawahnya waduk Jatibarang. Monyet monyet yang ada di Goa Kreo
ini adalah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), monyet yang ada di sini
termasuk monyet yang cukup jinak, dan bisa bergaul dengan warga di sekitar Goa
Kreo.
Selain bercanda dan memberi makan monyet – monyet yang berada
di goa kreo pengunjung juga dapat berfoto – foto dengan background Waduk
Jatibarang atau jembatan yang indah. Pengunjung juga dapat menaiki perahu
mengelilingi Waduk Jatibarang. Beberapa wisatawan memanfaatkan
tempat wisata ini untuk berjalan-jalan bersama keluarga, pacar dan teman. Salah
satu wisatawan yang berasal dari Semarang lebih senang memanfaatkan pemandangan di goa kreo ini
dengan berfoto bersama temannya.
“Saya kesini sekedar
jalan-jalan dan mengajak teman saya dari Banjarnegara supaya tau goa kreo kayak
gimana hehe” , ujar Bunga (22) asal Semarang.
NAMA : Risca Safitri Rahmwati
NIM : G.331.14.0047
MAKUL :
Jurnalistik Online


Tidak ada komentar:
Posting Komentar